back to top
Kamis, April 23, 2026

Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar dalam Diskusi Publik Hari Kartini

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Diskusi Publik dalam rangka Hari Kartini pada Selasa pagi hingga sore (21/4/2026). Diskusi ini dihadiri oleh 50 pemuda dan pelajar dari berbagai kalangan dan diselenggarakan di Hotel Grand Zuri BSD, Kota Tangerang, termasuk aktivis poros pelajar.

Agenda ini dihadiri oleh pejabat dan tim dari internal Kemendikdasmen, yaitu Kepala Biro Umum dan PBJ Herdiana serta Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Desi Elvera Dewi.

Sementara itu, dari Poros Pelajar hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, dan Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, Pengembangan SDM Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Qathrun Nada.

Pada awal acara, Herdiana menyampaikan bahwa di sekitar kita tidak sedikit perempuan yang berkiprah di tingkat nasional maupun dunia internasional. “Seperti contohnya Najwa Shihab di dunia jurnalistik dan Malala Yousafzai yang menjadi pejuang perempuan dari Pakistan yang meraih Nobel Perdamaian,” ujar Herdiana.

Herdiana melanjutkan bahwa hal ini tidak terlepas dari perjuangan panjang. Di Indonesia, Kartini dan semangatnya menjadi pembawa semangat perjuangan tersebut.

Apa yang disampaikan oleh Herdiana ini diamini oleh Desi. Terdapat peningkatan peran perempuan saat ini, termasuk juga partisipasi dalam pendidikan yang meningkat. Meskipun demikian, tentu masih terdapat catatan di mana partisipasi dalam pasar kerja dan sosial-ekonomi.

Baca Juga:  Persiapan Musim Haji, Arab Saudi Tutup Izin Visa Jamaah Umrah

“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” tambah Desi.

Sudut pandang dari pemerintah terkhusus Kemendikdasmen ini dilengkapi oleh perspektif Poros Pelajar yang mewakili suara pemuda Indonesia. Perwakilan IPM, IPNU, dan IPPNU menyampaikan pendapat mereka tentang partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan.

Ketua Umum PP IPM menyampaikan bahwa perlu adanya pendidikan yang berkualitas dan merata untuk terus meningkatkan kesetaraan di ruang publik. “Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tukas Dany.

Lebih lanjut lagi, Ketua Bidang Organisasi PP IPNU memaparkan bahwa pelajar terkhusus perempuan perlu ikut ambil peran dalam pengembangan kualitas diri. “Pelajar perlu tahu minat mereka di mana, supaya daat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan self branding kalau sudah percaya diri, atau bisa join dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan diri,” kata Ghulam.

Sementara itu, Nada menekankan 3 refleksi kunci yang terinspirasi dari semangat Kartini, yaitu agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Melalui tiga hal ini pelajar perempuan perlu meneruskan perjuangan Kartini untuk mengikis dominasi laki-laki di ruang publik. “Para pemuda khususnya pelajar perempuan untuk mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik,” kata Nada.

Baca Juga:  Muhammadiyah Salurkan Ribuan Paket Ramadhan untuk Warga Palestina

Upaya-upaya peningkatan akses dan pelibatan masyarakat ini merupakan usaha Kemendikdasmen untuk terus memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi seluruh anak Indonesia. Hal ini juga merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di poin keempat.

(FI)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru