Mengenal Kolej Islam Muhammadiyah di Singapura

 Mengenal Kolej Islam Muhammadiyah di Singapura Ilustrasi KIM            

Apakah Kolej Islam Muhammadiyah (KIM)? Sekilas terdengar agak aneh bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Muhammadiyah, mendengar istilah ini. Tetapi eksistensi KIM adalah fakta, bukan rekayasa fiktif. Inilah salah satu “amal usaha”—meminjam istilah dalam organisasi Muhammadiyah di Indonesia—yang dimiliki oleh Muhammadiyah Singapura, sebuah sister organization (SO) Muhammadiyah di negeri jiran.

KIM adalah sebuah perguruan tinggi—istilah orang Muhammadiyah di Singapura disebut “Pengajian Tinggi Islam”—yang dikelola di bawah naungan Persatuan Muhammadiyah Singapura. Berdiri pada tanggal 15 April 2000 (10 Muharram 1421 H), KIM terselenggara atas kerjasama Persatuan Muhammadiyah Singapura dengan IAIN Imam Bonjol, Padang, Sumatra Barat. Ide awal untuk mendirikan sebuah pusat pengajian tinggi Islam di Singapura sejak awal tahun 90-an. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk mewujudkan ide ini.

15  

Pada 1997, tercetus ide untuk mendirikan sebuah institut pengajian (perguruan) tinggi yang memfokuskan pada jurusan dakwah. Pada waktu itu, beberapa persatuan Islam di Singapura sudah menyelenggarakan kursus-kursus kecil tingkat tinggi bekerjasama dengan beberapa universitas di Malaysia. Beberapa kursus yang telah ada merupakan kursus yang diselenggarakan mingguan dan bukan harian. Berkat budi baik Khatib Pahlawan Kayo, Wakil Ketua PWM Sumatera Barat pada waktu itu, Persatuan Muhammadiyah Singapura berhasil menjalin kerjasama dengan IAIN Imam Bonjol.

Setelah diadakan beberapa kali pertemuan, pada tanggal 14 Agustus 1999, rombongan Muhammadiyah Singapura dipimpin Ustadz Shaik Hussain Shaik Yacob bertemu secara resmi dengan Rektor IAIN Imam Bonjol waktu itu (Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan) di kampus Lubuk Lintah Padang, Sumatra Barat. Hasil dari pertemuan yang dihadiri lengkap para Pembantu Rektor dan staf pimpinan menyepakati bahwa masing-masing pihak boleh mengambil langkah-langkah yang lebih konkret. Akhirnya, kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Muhammadiyah Singapura dengan IAIN Imam Bonjol Padang. MoU ini ditandatangani pada 15 April 2000 M bertepatan 10 Muharram 1421 H. Pada hari itu, resmilah berdirinya sebuah pusat pengajian Tinggi Islam pertama di Singapura yang diberi nama “Kolej Islam Muhammadiyah” (Muhammadiyah Islamic College).

Baca Juga  Kiai Dahlan Tidak Niat Menjadi Modernis

Perjalanan KIM dari tahun ke tahun cukup membanggakan, karena berbagai tantangan yang dihadapi dapat dilalui dengan baik sehingga pada tahun 2003, 2008, 2012, dan 2013, berturut-turut telah melepas kelulusannya, baik Diploma ataupun Sarjana S-1. Pada tahun 2015, KIM terus berjaya melahirkan lulusan Sarjana dan Diploma dari berbagai jurusan, seperti Jurusan Pengurusan Dakwah, Bahasa Arab, Syari’ah, dan Tarbiyah.

Pada awal perintisan KIM, proses belajar-mengajar kolej ini bertempat di Kantor Persatuan Muhammadiyah Singapura, beralamat di Jalan Selamat Kembangan 14 Singapura. Sejak 2005, kolej ini telah mempunyai gedung sendiri yang sangat kondusif dengan ruangan yang nyaman dilengkapi peralatan canggih guna memperlancar proses belajar-mengajar. Gedung yang baru tersebut berlokasi di 17-17A Lorong 13 Jalan Geylang Singapura.

Pada awal pertumbuhan KIM, kesulitan dialami oleh Pimpinan Persatuan Muhammadiyah Singapura. Di samping karena belum berpengalaman dalam mengelola sebuah pengajian (perguruan) tinggi, juga belum tersedia tenaga yang akan ditunjuk sebagai pengarah (Director/Dekan) yang mampu memimpin kolej yang baru didirikan itu. Bukan berarti orangnya tidak tersedia sama sekali di lingkungan Persatuan Muhammadiyah Singapura, tetapi di antara mereka ada yang telah diberi amanah untuk mengurus amal usaha lain, seperti Madrasah al-Arabiyah al-Islamiyah yang mengayomi pendidikan hingga tingkat Tsanawi dan unit-unit usaha dakwah lainnya.

Kini, KIM sudah memasuki usia ke-20 tahun, terhitung sejak penandatanganan MoU antara Persatuan Muhammadiyah Singapura dengan IAIN Imam Bonjol, Padang. KIM memiliki visi: “Menjadi Institusi Pengajian Tinggi Islam Bertaraf Antar Bangsa.” Adapun misi KIM adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan kajian-kajian Islam sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, 2) Memantapkan landasan aqidah dan akhlaqul karimah dalam kehidupan kampus yang Islami, 3) Memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan inovatif bagi kemajuan masa depan Persatuan Muhammadiyah, 4) Mendorong terwujudnya masyarakat madani melalui program pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, berpedoman pada Al-Quran dan Al-Sunnah untuk terlaksananya pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat.

Baca Juga  Psikolog Klinis Under Cover: Kecil Bayarannya, Tapi Cepat Masuk Surga

Editor: Nabhan


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan masyarakat, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
BNI 0342383062 A.n Qurrota A'yun

Mu'arif

Redaktur Suara Muhammadiyah yang Aktif mengkaji sejarah Muhammadiyah-Aisyiyah, Anggota MPI dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. Sedang menempuh studi doktoral UIN Sunan Kalijaga dan bergabung dalam program riset Humanitas Global Indonesia.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *