Empat Nasehat Penting Kyai Muchtar Adam - IBTimes.ID
Akhlak

Empat Nasehat Penting Kyai Muchtar Adam

3 Mins read

Pak Kyai Muchtar Adam adalah pendiri pesantren Al-Qur’an Babussalam yang bertempat di desa Ciburial, Bandung. Saat itu, Pak Kyai sedang menjelaskan tafsir Q.S An-Nisa ayat 9. Ayat tersebut merupakan pegangan Pak Kyai selama ini. Ayat tersebut bahkan ditulis di atas bagian depan gedung pesantren.

Terjemahan dari Q.S An-Nisa ayat 9 adalah “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Ayat tersebut bermaksud untuk mengingatkan kita semua agar jangan sampai meninggalkan keturunan kita dalam keadaan yang lemah. Ayat itu juga ditafsirkan agar jangan sampai kita lalai menyantuni anak yatim. Beberapa tafsiran menyebutkan bahwa lemah yang dimaksud di situ adalah kekurangan harta, maka setidaknya kita harus meninggalkan warisan untuk keturunan.

Pak Kyai menambahkan bahwa selain meninggalkan harta, kita perlu menyiapkan warisan yang lain. Karenanya, Pak Kyai menasehati kami semua agar kami menjadi manusia yang kuat agar keturunan setelah kita tidak akan kesulitan.

1. Kuat Akal (Intelektualitas)

Kita semua hendaknya memiliki kecerdasan intelektual, kemauan untuk belajar dan berpikir rasional. Intelektualitas menghasilkan banyak sekali penemuan, teknologi, ilmu pengobatan, dll.

Seorang muslim haruslah bisa bermanfaat bagi kehidupan. “Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

Pak Kyai mendirikan sekolah agar banyak anak terbantu dan mendapatkan pendidikan. Generasi penerus bisa memberikan manfaat bagi alam.

Pak Kyai juga mendirikan Thibbun Nabawi, pengobatan dengan cara Nabi agar banyak masyarakat memahami ilmu pengobatan tersebut.

2. Kuat Spiritual

Intelektualitas tanpa spiritualitas akan membawa kita pada pemahaman yang keliru. Penemuan tanpa disertai dengan keimanan dan spiritual akan mendatangkan bencana. Seperti halnya penemuan bom dan alat perang. Benda-benda tersebut merupakan suatu hasil karya dari intelektualitas, namun menjadi senjata pembunuh manusia.

Baca Juga  Ramadhan yang Menyejarah

Manusia yang memiliki spiritualitas tidak akan menggunakan intelektualitasnya untuk membahayakan umat. Penemuan tentang virus, vaksin, dan obat jika tak disertai dengan spiritualitas, hanya akan menjadi perdagangan yang menguntungkan kaum kapital, sedangkan umat akan menderita.

Manusia harus kuat baik intelektual maupun spiritual. Spiritualitas akan mengendalikan serta menyelaraskan akal dan hati agar tetap pada jalur yang benar. Spiritualitas akan menuntun kita pada pemahaman akan Tuhan. Jika spiritualitas tercapai, maka gerakan tangan manusia merupakan kehendak Tuhan.

“Man arafa nafsah, faman arafa rabbah. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.” Pak Kyai menulis buku ma’rifatullah, ma’rifaturrasul, dan ma’rifatul malaikah. Bekal untuk kita mengenal Tuhan, rasul, dan malaikat.

3. Kuat Fisik

Pak Kyai Muchtar Adam pernah berkata bahwa sebagai muslim kita harus memiliki fisik yang kuat. Pak Kyai menunjukkannya dengan mengikuti kepanduan. Di Babussalam pun ada banyak ekstrakurikuler yang melatih fisik mulai dari kepanduan, wushu, olahraga (volly, futsal), dll.

Selain itu Pak Kyai Muchtar Adam juga mengingatkan bahwa kita harus bisa berenang, jika situasi sangat sulit maka bisa jadi kita memerlukan skill tersebut, sebagaimana sunnah Nabi Muhammad Saw. Pak Kyai sering menunjukkan foto-foto beliau saat sedang berenang di laut. Pak Kyai memang berasal dari Selayar, laut mungkin adalah taman bermain beliau sejak kecil.

4. Kuat Materi

Islam mengajarkan kita untuk hidup sederhana, tapi sebenarnya kita tetap harus kuat secara materi. Sebagai muslim yang bertanggung jawab atas keturunan kita, kita wajib memiliki kekuatan materi (harta). Dengan harta tersebut lah kita bisa membantu banyak orang.

Bagaimana kita bisa membantu jika kita sendiri masih perlu dibantu? Bagaimana kita bisa berdakwah sedangkan umat memerlukan biaya untuk makan? Kita harus berusaha dan memiliki impian yang besar agar bisa membantu umat.

Baca Juga  Etika Berperang pada Masa Rasulullah

Salah satu pekerjaan yang memilki banyak pintu rezeki adalah berdagang pintu rezeki berdagang ada 9. Pedagang dalam bahasa Arab disebut Taajirun, yang kemudian dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai orang kaya.

Islam sangat menghargai dan menganjurkan agar pengikutnya berdagang sebagaimana yang telah diteladankan oleh Nabi saw. Nabi Muhammad saw adalah pedagang sukses di usia yang masih belia. Memiliki harta bukan berarti hidup bermewahan, kita tidak dilarang untuk kaya, kita hanya dilarang berlebihan. Maka kita harus menjadi kaya agar bisa membantu umat.

Semoga kita semua, saya khususnya bisa meneladani beliau. Cita-cita saya sejak saat itu adalah menjadi muslim yang kuat dalam segala hal. Meski faktanya satu pun belum ada yang tercapai. Mohon kiranya mengirimkan Alfatihah untuk Pak Kyai Muchtar Adam.

Editor: Yahya FR

Avatar
5 posts

About author
Mompreneur, gusdurian, founder and teacher tahsinonlinebenome
Articles
Related posts
Akhlak

Teladan Rasulullah Soal Cinta Tanah Air

4 Mins read
Cinta tanah air adalah naluri di dalam diri manusia, berdetak di hatinya, dan mengalir di dalam darahnya. Meskipun tanah air itu kering…
Akhlak

Bagaimana Islam Memandang Bulliying?

4 Mins read
Dalam hidup, bagi sebagian orang bercanda atau senda gurau adalah sesuatu yang biasa dan wajar-wajar saja. Ada juga yang mengatakan bercanda itu…
Akhlak

7 Cara Mengingat Kematian

4 Mins read
Makna Kematian “Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan…

Tinggalkan Balasan