IBTimes.ID – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Muhammadiyah (SPKLMU) Jawa Tengah menjadi salah satu langkah baru Muhammadiyah dalam menyongsong masa depan energi bersih di Indonesia.
Melalui jaringan SPKLMU yang akan dibangun secara bertahap, Persyarikatan tidak hanya ingin mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga menghadirkan ekosistem ekonomi hijau yang memberi manfaat bagi masyarakat luas, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan hibrida yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP-UMKM), Rabu (17/6/2026). Dalam forum itu, Muhammadiyah memastikan kesiapan pembangunan 1.300 titik SPKLMU Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten dan kota.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyambut positif langkah strategis tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun bersama mitra pengembang teknologi menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada LP-UMKM PWM Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan V-Green dalam pengembangan dan pengelolaan SPKLU Muhammadiyah di Jawa Tengah,” ujar KH. Tafsir.
Ia berharap keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Muhammadiyah Jawa Tengah mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan.
“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi, khususnya di tingkat UMKM, sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan di Jawa Tengah,” kata KH. Tafsir menambahkan.
Muhammadiyah Bangun Ekosistem Motor Listrik dari Tingkat Akar Rumput
Program SPKLMU Jawa Tengah menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Untuk mewujudkan hal tersebut, PWM Jawa Tengah bersama LP-UMKM terus melakukan konsolidasi dengan seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di 35 kabupaten dan kota.
Perwakilan LP-UMKM PWM Jawa Tengah, Aqib Ossa, menjelaskan bahwa komunikasi dengan seluruh daerah berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai tingkatan pimpinan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, untuk koordinasi dengan PDM seluruh Jawa Tengah, 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terkait program yang sedang dijalankan oleh LPWKM untuk pendirian SPKLU untuk motor, Electric Vehicle Charging Station, sampai saat ini tetap berjalan dengan lancar,” ujar Aqib Ossa.
Menurut Aqib, saat ini telah teridentifikasi sekitar 1.300 titik SPKLMU Jawa Tengah yang berada dalam lingkup pembinaan PWM Jawa Tengah. Ribuan titik tersebut akan dibangun secara bertahap agar pelaksanaannya lebih terukur dan efektif.
“Dari program SPKLU Jawa Tengah, hari ini sudah terukur kurang lebih 1.300 titik di seluruh Jawa Tengah yang berada dalam lingkup pembinaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Untuk selanjutnya, seluruh titik itu nantinya akan dibagi dalam beberapa tahap,” katanya.
Sebagai langkah awal, tim teknis akan memprioritaskan 115 titik pertama yang akan menjalani survei lokasi mulai pekan depan.
“Untuk tahap pertama, kita fokus pada 115 titik di seluruh Jawa Tengah untuk melakukan site survey pendirian SPKLU tersebut. Oleh karena itu, kemungkinan minggu depan kita sudah mulai melakukan site survey bersama vendor-vendor yang ditunjuk oleh Igrin,” ucap Aqib Ossa.
Melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik yang dibangun PWM Jawa Tengah, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah berkemajuan tidak hanya hadir melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Persyarikatan juga mulai mengambil peran dalam membangun ekosistem energi hijau yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya ekonomi masa depan yang lebih ramah lingkungan. (NS)


