Teks Khutbah Jumat Toleransi: Damai dalam Keragaman - IBTimes.ID
Khutbah

Teks Khutbah Jumat Toleransi: Damai dalam Keragaman

3 Mins read

Berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat toleransi yang dapat dipakai untuk memberikan khutbah Jumat di masjid-masjid manapun secara umum. Tema toleransi yang dimuat dalam teks khutbah Jumat toleransi ini sangat penting untuk disampaikan agar toleransi dapat dipahami dengan baik dan menjadi nilai yang dijunjung untuk kemanusiaan. Teks khutbah Jumat toleransi ini memuat khutbah pertama dan khutbah kedua. Pembaca juga dapat menuju tautan Teks Khutbah Jumat singkat jika menginginkan naskah khutbah Jumat lain.

Teks Khutbah Jumat Toleransi:
Damai dalam Keragaman

Teks Khutbah Jumat Toleransi: Khutbah Pertama


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

الحمد لله رب العالمين القائل : وَوَصَّیۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَیۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ وَفِصَـٰلُهُۥ فِی عَامَیۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِی وَلِوَٰلِدَیۡكَ إِلَیَّ ٱلۡمَصِیرُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أما بعدُ فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون

Jamaah Rahimakumullah

Islam sebagai agama dan kebudayaan besar sudah sejak awal memberi sumbangsih bagi terciptanya hidup bersama. Islam mengajak semua pengikut agama-agama pada satu cita-cita bersama kesatuan umat manusia (unity of human kind) tanpa membedakan ras, warna kulit, etnik, budaya dan agama. Islam lahir untuk pencerahan kemanusiaan universal, rahmatan lil ‘alamin. Allah berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (Q.S. al-Anbiya’: 107).

Karena faktor universalitas dari dimensi kerahmatan ini pula Islam mengajak semua manusia beragama untuk mencapai satu titik temu. Sebagaimana firman Allah: 

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِه شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ

Baca Juga  Kiat Menulis Naskah Khutbah Jumat, Agar Kreatif dan Mencerahkan

“Katakanlah: Wahai semua penganut agama (dan kebudayaan), bergegaslah menuju dialog dan perjumpaan multikultural (Kalimah Sawa’) antara kami dan kamu” (Q.S. Ali Imran: 64).

Jamaah Rahimakumullah

Dialog tentu bukan semata percakapan, akan tetapi pertemuan dua pikiran dan hati mengenai persoalan bersama, yang tujuannya agar setiap kita dapat belajar dari yang lain sehingga dapat berubah dan berkembang kepada kehidupan yang semakin baik.

Dialog dilakukan secara terbuka, jujur dan simpatik, sehingga dapat membawa pada kesaling pengertian (mutual under-standing) melalui mana prasangka, stigma, dan celaan dapat dikurangi dan dihilangkan.

Pada saat yang sama, dialog memupuk rasa saling percaya (mutual trust) dan penghargaan atas perbedaan, keunikan dan mungkin persamaan antara agama-agama dan kebudayaan.

Dialog merupakan pangkal pencerahan nurani dan akal pikiran (tanwir al-qulub wa al-`uqul) menuju kematangan cara beragama yang menghargai “kelainan” (the otherness).

Dengan demikian, Kalimah Sawa’ adalah menyangkut cara manusia melakukan perjumpaan dengan dan memahami diri sendiri dan dunia lain pada tingkat terdalam, membuka kemungkinan-kemungkinan untuk menggali dan menggapai selaksa makna mendasar kehidupan secara individual dan bersosial.


Jamaah Rahimakumullah

Sekali lagi, dialog adalah jiwa universal yang melampaui konflik agama-agama, perbedaan perspektif dan ideologi dapat bertemu untuk maju bersama-sama dengan spirit perdamaian, rekonsiliasi (sulh), pengampunan (‘afw), dan nir-kekerasan yang berkeadaban.

Kalimah Sawa’ juga dapat tampil ke permukaan dan menjangkau perjumpaan antar dunia multikultural yang bergitu luas. Kalimah Sawa’ bukan hanya mengakui pluralitas kehidupan.

Ia adalah sebentuk manifesto dan gerakan yang mendorong kemajemukan (plurality) dan keragaman (diversity) sebagai prinsip inti kehidupan, mengukuhkan kesetaraan (equal) dan persamaan derajat (dignity).

Penemuan ini adalah dasar dan sumber utama di luar perbedaan dan keragaman (diversity) pandangan dunia dan perspektif.

Baca Juga  Teks Khutbah Jumat: Kriteria Pemimpin yang Ideal

Jamaah Rahimakumullah

Kunci keberhasilan untuk memahami dan mengamalkan kalimah sawa’ bersandar pada kehendak untuk membuka diri sendiri pada perjumpaan antar dunia yang otentik.

Inilah hakikat perjumpaan multikultural yang melampaui batas-batas dunia kita sendiri dengan tujuan agar kita menjadi lebih mendalam bersentuhan dengan landasan-landasan utama yang menjadi sumber dunia kita dan dunia orang lain.

Perjumpaan semacam ini dirancang untuk membangun masa depan agama-agama, kebudayaan-kebudayaan dan peradaban yang lebih manusiawi dan damai.

Jamaah Rahimakumullah

Semakin disadari pula bahwa umat manusia dalam semua kebudayaan dan dunia memainkan peran langsung dalam membentuk pengalaman dan realitas kehidupan. Satu pelajaran berharga dari evolusi kebudayaan adalah bahwa realitas multikultural secara langsung dipengaruhi oleh pola pikir manusia sendiri.

Refleksi tak ternilai dari sejarah masa lalu dan kini adalah bahwa bangsa besar yang kedodoran di hamparan kepulauan Nusantara ini telah terkunci dalam pola pikir egosentris, pola pikir monolog yang membuat kita menderita dan mengalami kegagalan terbesar dalam mengelola pluralitas dan multikulturalitas. Kita merasakan betapa pedihnya kekerasan dan kehancuran relasi antar sesama atas nama etnik, budaya, politik, ideologi dan bahkan agama.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Teks Khutbah Jumat Toleransi: Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

Jamaah Rahimakumullah

Di khutbah kedua ini, kita harus mengetahui bahwasannya spirit Kalimah Sawa’ memperoleh momentumnya kembali. Tentu saja, melalui kecanggihan hermeneutik yang produktif untuk menghadirkan kedalaman makna yang menggairahkan dan mecerahkan kehidupan bersama. 

Baca Juga  Teks Khutbah Jumat: Islah untuk Perdamaian Manusia

Kalimah Sawa’ perlu ditumbuhkan kembali sebagai wahana transformasi diri dan membangkitkan pola pikir dan pola hidup dialogis agar lebih dapat meraih kesejahteraan dan kedamaian dalam kehidupan personal dan komunal.

Demi masa depan yang gemilang, seluruh kemajuan agama, spiritual, rasional, moral dan politik dalam evolusi kebudayaan harus dikonstruk dalam kematangan dialog dan perjumpaan multikultural secara kreatif.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

رَبنا أَدْخِلْنا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لنا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم وادعوه يستجب لكم ولذكر الله أكبر

***

Demikian teks khutbah Jumat tentang toleransi dari IBTimes.ID. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pandangan bahwa demi masa depan yang gemilang, seluruh kemajuan agama, spiritual, rasional, moral dan politik dalam evolusi kebudayaan harus membangun keadaan multikultural secara kreatif.

Editor: Nabhan

Avatar
5 posts

About author
Penulis
Articles
Related posts
Khutbah

Teks Khutbah Jumat: Kriteria Pemimpin yang Ideal

3 Mins read
Teks Khutbah Jumat: Kriteria Pemimpin yang Ideal Di bawah ini adalah teks khutbah Jumat tentang pemimpin dan dapat dipakai untuk memberikan khutbah…
Khutbah

Meneguhkan Persaudaraan, Meminimalisir Pertikaian

4 Mins read
Masyarakat Jahiliyah: Latar Belakang Diturunkannya Nabi Manusia pada hakikatnya adalah umat yang satu. Kemudian Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira…
Khutbah

Khutbah Jumat: Taat Kepada Pemerintah, Tidak Menuntut Kesempurnaan

2 Mins read
Khutbah Jumat: Taat Kepada Pemerintah Di bawah ini adalah teks khutbah Jumat tentang taat pada pemerintah dan sangat cocok untuk dipakai memberikan…

Tinggalkan Balasan