UM Magelang: Gelar Angkringan Ramadhan Bersama Ganjar Pranowo

 UM Magelang: Gelar Angkringan Ramadhan Bersama Ganjar Pranowo

dokumen pribadi

Magelang-IBTimes.ID- Manusia memang ditakdirkan untuk berbeda, itulah fitrah mereka. Meski anak kembar sekalipun, pasti mempunyai sisi yang berbeda satu sama lain. Orang cenderung lebih nyaman jika berdekatan dengan orang lain yang mempunyai banyak sisi kesamaan dengannya.

Namun jika dengan perbedaan yang dimiliki menjadikan mereka saling membenci, dipastikan tidak terdapat kejernihan dalam  berpikir. Begitulah kiranya pesan yang disampaikan oleh Ir. Eko Muh Widodo, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang di acara Gelar Angkringan Ramadhan bertema “Unity in Diversity” yang bertempat di halaman depan masjid Mannarul Ilmi Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (18/05/19).

“Kita harus berpikir jernih menghadapi perbedaan. Meskipun beda pilihan, harus tetap bersatu” ujar Rektor di hadapan peserta acara yang didominasi oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang.

Hal tersebut dia sampaikan dalam sesi sambutan, merespon dinamika yang terjadi paska Pilpres dan Pileg.

Acara inti kali ini diisi dengan ceramah oleh Ganjar Pranowo Selaku Gubernur Jawa Tengah didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, H.Tafsir, M.Ag.

Pada sesi gilirannya, Ganjar mengatakan bahwa perbedaan itu sudah mendarah daging dan sudah menjadi hal yang sangat lumrah bagi rakyat Indonesia

“Dalam konteks berbangsa dan bernegara, Indonesia ceprot itu sudah beda, dulu ada yang ingin meng-Arab-kan Indonesia, Men-China-kan Indonesia, namun pada akhirnya Indonesia tetap bersatu atas visi yang sama” ulas Ganjar.

Menurut ganjar, berbedaan itu ialah sunnatullah, merupakan hal yang sangat biasa dan lumrah bagi umat manusia. Menurutnya, Founding Fathers Indonesia sudah sangat terbiasa untuk berbeda dan sangat luwes menerima perbedaan satu sama lain. Tidak masalah antara satu sama lain berbeda, namun tugas kita bersama ialah bagaimana dengan perbedaan itu dapat menuntun kita untuk menuju titik dan cita-cita yang sama.

Baca Juga  Reformasi Pendidikan Berteraskan Tauhid

Kata Ganjar “Jangan sampai kecerdasan intelektual kita terbentur oleh masalah-masalah kecil”  

Paska Pilpres dan Pileg, Ganjar mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah, untuk guyup rukun menjalin kembali komunikasi dan silaturahmi.

“Sudahlah, ayo kita akhiri kontestasi ini. Saya masih berkomunikasi dengan lawan politik saya dengan asyik” imbuh ganjar.

Ganjar pada akhir sesi berpesan agar kita senantiasa menjaga jari. Karena pada zaman ini, kekacauan sangat mungkin terjadi hanya dengan melalui jari.


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan masyarakat, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
BNI 0342383062 A.n Qurrota A'yun

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *