IBTimes.ID – Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat kaderisasi perempuan Muhammadiyah yang melahirkan generasi tangguh, berilmu, dan siap menjadi penggerak dakwah di tingkat nasional hingga internasional.
Komitmen itu disampaikan dalam acara Pelepasan Siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026).
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menyampaikan bahwa pendidikan kader merupakan salah satu fondasi penting gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, Madrasah Mu’allimaat memiliki posisi strategis dalam mencetak kader ulama perempuan, pemimpin, sekaligus pelanjut misi dakwah Muhammadiyah.
“Sebagai lembaga pendidikan, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tentu menghasilkan kader ulama, pemimpin, dan akan membawa misi gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.
Tri Hastuti menyebut para lulusan Mu’allimaat merupakan “anak panah” Muhammadiyah yang dipersiapkan untuk melesat menghadapi perubahan zaman sekaligus hadir sebagai pelayan umat dan bangsa.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun generasi unggul sebagaimana pesan dalam QS. An-Nisa ayat 9 tentang larangan meninggalkan generasi yang lemah.
“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” kutipnya.
Luluskan Kelas Internasional dan Tembus Kampus Dunia
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pembinaan Kader PP ‘Aisyiyah, Mami Hajaroh, mengapresiasi peran orang tua, para ustaz, ustazah, dan jajaran pengelola Mu’allimaat dalam mendampingi proses pendidikan para santriwati.
Menurutnya, pelepasan tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan angkatan ke-100 sekaligus pertama kalinya Mu’allimaat meluluskan kelas internasional berbasis kurikulum Cambridge.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah lulusan Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Kampus tujuan mereka tersebar di kawasan Timur Tengah, Eropa, hingga China.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi dakwah Muhammadiyah melalui jalur pendidikan kader.
“Selamat bagi Mu’allimat. Ini pertama kalinya Mu’allimat meluluskan kelas Internasionalnya dengan kurikulum yang terstandarisasi Cambridge. Beberapa lulusan Mu’allimaat juga telah diterima dan tersebar di perguruan tinggi luar negeri, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa dan China,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah, berpesan agar para lulusan terus menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. Hal itu penting sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas yang kuat. Dalam pesannya, Unik mengutip pernyataan Albert Einstein tentang pentingnya harmoni antara ilmu dan agama.
Dengan model kaderisasi tersebut, Mu’allimaat Muhammadiyah terus memperkuat perannya dalam melahirkan perempuan muslim berkemajuan. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin, intelektual, dan penggerak dakwah di tengah perubahan global. (NS)


