back to top
Selasa, Mei 12, 2026

Meneladani Keteguhan Siti Hajar, Ketua PDNA Sukoharjo Rela Jual Cincin Emas untuk Berkurban

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Semangat Hari Raya Iduladha menghadirkan kisah inspiratif dari Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo, Ninin Karlina, yang rela menjual cincin emas miliknya demi dapat menunaikan ibadah kurban. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar, pengorbanan, sekaligus implementasi nyata spirit Al Maun dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Ninin, Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Tetapi momentum meneladani keteguhan Nabi Ismail AS dan Siti Hajar dalam menjalani ujian keimanan, keikhlasan, dan pengorbanan. Keteladanan itu menjadi pengingat bahwa cinta kepada Allah dan kepedulian kepada sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Ketika belajar dari Nabi Ismail dan Siti Hajar, saya memahami bahwa pengorbanan lahir dari keyakinan dan keteguhan hati. Spirit Al Maun juga mengajarkan bahwa iman harus menghadirkan kebermanfaatan sosial bagi sesama,” ungkap Ninin.

Ia menambahkan bahwa menjual cincin emas bukanlah tentang kehilangan. Melainkan tentang belajar melepaskan sesuatu yang dicintai demi nilai yang lebih besar, yaitu berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Langkah sederhana namun penuh makna tersebut mendapat apresiasi dari kader muda Muhammadiyah dan masyarakat sekitar. Sikap itu dinilai mencerminkan nilai Islam berkemajuan yang tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam aksi nyata kepedulian sosial.

Sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo terus mendorong gerakan sosial yang berpihak pada kemanusiaan, penguatan empati, serta budaya gotong royong di tengah masyarakat. Spirit Al Maun menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan yang memuliakan sesama tanpa memandang latar belakang.

Baca Juga:  Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari, Muhammadiyah Jelaskan Dasar Perhitungannya

Momentum Iduladha ini diharapkan menjadi ruang refleksi bahwa pengorbanan bukan tentang seberapa besar yang dimiliki. Tetapi tentang seberapa tulus hati dalam berbagi dan menebarkan kebermanfaatan.

Meneladani Ismail adalah tentang keikhlasan menerima ketetapan. Meneladani Siti Hajar adalah tentang ketangguhan ikhtiar. Dan spirit Al Maun mengajarkan bahwa iman harus melahirkan kepedulian sosial.

(FI)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru