IBTimes.ID – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperluas penguatan dakwah berbasis pemberdayaan melalui Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah. Program tersebut kini dikembangkan melalui pembangunan Rumah Singgah Mualaf di Depok, sebuah pusat pembinaan dan pemberdayaan mualaf yang akan menjadi ruang belajar Islam sekaligus pendampingan kehidupan bagi para mualaf.
Pada Sabtu (25/7/2026), LDK PP Muhammadiyah secara resmi menerima amanah pengelolaan tanah wakaf dari Tina Priatina selaku wakif. Tanah tersebut akan dikembangkan menjadi Rumah Singgah Mualaf sebagai bagian dari penguatan program Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah.
Kehadiran Rumah Singgah Mualaf ini dirancang tidak sekadar menjadi tempat tinggal sementara, tetapi menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan mualaf yang mengintegrasikan pembelajaran keislaman, pendampingan spiritual, penguatan ekonomi, serta pengembangan kapasitas dan keterampilan hidup.
Dengan demikian, Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah di Depok diharapkan menjadi ekosistem pembinaan yang memungkinkan para mualaf memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. Program ini juga akan diperkuat oleh jaringan dai komunitas LDK PP Muhammadiyah yang selama ini aktif mendampingi masyarakat di berbagai wilayah.
Wakaf Jadi Fondasi Pengembangan MLC Muhammadiyah
Dalam prosesi ikrar wakaf, Ketua LDK PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Nazhir, Muchammad Arifin, menandatangani dokumen ikrar sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengelola aset umat secara profesional dan produktif.
“Tanah wakaf ini bukan sekadar aset fisik, tetapi amanah besar untuk menghadirkan manfaat yang terus mengalir bagi umat. Insyaallah akan kami kelola secara profesional agar menjadi pusat pembinaan mualaf yang melahirkan kebermanfaatan jangka panjang,” ujar Muchammad Arifin.
Dengan konsep tersebut, Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah tidak hanya diarahkan untuk menguatkan pemahaman keagamaan para mualaf, tetapi juga membantu mereka membangun kemandirian sosial dan ekonomi. (NS)


