back to top
Minggu, September 6, 2026

451 Pesantren Muhammadiyah Jadi Kekuatan Pesantren Berkemajuan di Indonesia

Lihat Lainnya

IBTimes.IDMuhammadiyah terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Tidak hanya dikenal melalui sekolah dan perguruan tinggi, Persyarikatan juga memiliki jaringan pesantren yang terus berkembang. Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Instagram Lensamu, pesantren berkemajuan yang berada dalam jaringan Muhammadiyah kini mencapai 451 lembaga dengan total 71.876 santri.

Data tersebut diperbarui pada Selasa, 1 September 2026. Dari 38 provinsi di Indonesia, database mencatat keberadaan pesantren Muhammadiyah telah tersebar di 28 provinsi. Sebanyak 92 pondok telah tercatat dalam pembaruan data tersebut.

Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa pesantren berkemajuan menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem pendidikan Muhammadiyah. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan pengembangan generasi yang berakhlak serta memiliki wawasan kemajuan.

Dalam unggahannya, Lensamu menuliskan, “Siapa yang baru tahu, kalau Muhammadiyah juga punya pesantren?”

Sebaran pesantren Muhammadiyah sendiri cukup terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 163 pesantren atau 36,1 persen dari total keseluruhan. Jawa Timur menyusul dengan 97 pesantren atau 21,5 persen.

Sementara DI Yogyakarta memiliki 33 pesantren, Jawa Barat 31 pesantren, dan Sulawesi Selatan sebanyak 27 pesantren.

Database untuk Menguatkan Pesantren Berkemajuan

Database tersebut dikelola oleh LP2 atau Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kehadiran pendataan menjadi langkah penting dalam membangun pesantren berkemajuan yang memiliki arah pengembangan lebih terukur.

Baca Juga:  Visi Pesantren Muhammadiyah, Apa Bedanya dengan yang Lain?

Data tidak hanya berfungsi untuk mengetahui jumlah lembaga dan santri. Pemetaan tersebut juga dapat menjadi dasar perencanaan, pengembangan, serta penguatan jaringan pesantren di berbagai daerah.

Selain lima provinsi dengan jumlah pesantren terbesar, data juga mencatat Lampung memiliki 21 pesantren, Sumatera Barat 10 pesantren, Riau sembilan pesantren, Sumatera Selatan tujuh pesantren, serta Aceh enam pesantren.

Dengan basis data yang semakin lengkap, pesantren berkemajuan diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan sinergi antarlembaga. Pengembangan pesantren juga dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghadapi perubahan zaman.

Lensamu turut menjelaskan, “Bukan hanya sekolah dasar dan menengah, Muhammadiyah juga mengelola pesantren. Saat ini total pesantren Muhammadiyah sebanyak 451 yang tersebar di wilayah Indonesia.”

Keberadaan 71.876 santri menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki jaringan pesantren Muhammadiyah. Karena itu, penguatan pesantren berkemajuan tidak hanya berkaitan dengan pertambahan jumlah lembaga, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, tata kelola, dan pembentukan karakter santri.

Melalui 451 lembaga yang telah tercatat, pesantren berkemajuan menjadi salah satu fondasi Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi Islam yang berakhlak, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. (NS)

Artikel Sebelumnya

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru