back to top
Jumat, Oktober 16, 2026

Indonesia Raih Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Bulu Tangkis

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Indonesia berhasil meraih medali emas pertama pada Asian Games 2026. Medali tersebut dipersembahkan oleh tim bulu tangkis beregu putra setelah menundukkan China dengan skor 3-2 pada partai final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24/9).

Gelar juara ini diraih melalui perjuangan dramatis. Indonesia sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal 0-2 dari China. Namun, skuad Merah Putih mampu melakukan kebangkitan dengan merebut tiga pertandingan berikutnya secara beruntun hingga memastikan medali emas.

Kepastian kemenangan Indonesia ditentukan tunggal putra muda Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed. Tampil pada partai kelima saat kedudukan imbang 2-2, Ubed berhasil mengalahkan Weng Hongyang dalam dua gim langsung, 23-21, 21-13.

Gim pertama berlangsung sangat ketat. Ubed sempat tertinggal 12-17, kemudian 15-19 dan 16-20. Dalam situasi tersebut, ia mampu menjaga ketenangan dan perlahan mengejar hingga kedudukan sama kuat 20-20.

Persaingan semakin sengit setelah kedua pemain bergantian mengumpulkan angka. Ubed akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 23-21 setelah memenangkan adu drive pada poin penentuan.

Kepercayaan diri Ubed semakin terlihat pada gim kedua. Ia langsung membuka keunggulan 3-0 dan mampu mempertahankan selisih poin hingga memasuki interval dengan skor 11-5.

Weng Hongyang sempat mencoba memperkecil ketertinggalan setelah interval. Namun, Ubed tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan. Ia kemudian mendapatkan match point pada kedudukan 20-13 sebelum smash silang yang dilepaskannya memastikan kemenangan 21-13.

Baca Juga:  Haaland Hattrick: Norwegia Bantai Israel 5-0, Bendera Palestina Berkibar

Hasil tersebut sekaligus membawa Indonesia membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2 dan meraih emas pertama bagi kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Perjuangan Indonesia sebelumnya diawali dengan hasil kurang menguntungkan. Jonatan Christie yang tampil pada partai pertama harus menyerah kepada Shi Yu Qi dengan skor 13-21, 18-21.

Indonesia kembali kehilangan poin pada partai kedua. Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang dalam pertandingan tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.

Dalam kondisi tertinggal 0-2, Alwi Farhan kemudian menjaga peluang Indonesia. Ia mengalahkan Li Shi Feng melalui pertarungan tiga gim, 23-21, 15-21, 21-16, sekaligus memangkas ketertinggalan menjadi 1-2.

Alwi mengatakan pertandingan tersebut tidak mudah karena Indonesia berada dalam posisi tertekan. Namun, ia berusaha mengendalikan tekanan dan mempertahankan keyakinan bahwa peluang untuk merebut emas masih terbuka.

“Saya mau menunjukkan bahwa game belum berakhir. Masih ada harapan untuk kami bisa meraih medali emas. Ini adalah kesempatan yang berharga jadi harus dimaksimalkan. Sekarang atau tidak sama sekali,” ujar Alwi.

Momentum kebangkitan Indonesia berlanjut pada partai keempat. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil meyakinkan saat berhadapan dengan He Ji Ting/Liu Yi.

Leo/Daniel sukses menang dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10. Kemenangan tersebut membuat kedudukan kembali imbang 2-2 sekaligus membuka jalan bagi Ubed untuk tampil sebagai penentu.

Baca Juga:  Lima Doa yang Bisa Kita Baca Saat Cuaca Panas

Daniel menyebut komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan mereka. Ia bersama Leo juga bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa Indonesia merebut medali emas.

“Puji Tuhan tadi bermain cukup baik, pastinya kami ingin menyumbang poin jadi tadi tidak mau kalah. Kami banyak komunikasi dan juga main lebih tenang. Saya rasa ini momen yang pas, kapan lagi kan jadi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan,” kata Daniel.

Menurut Daniel, pengalaman pada Asian Games 2022 di Hangzhou turut menjadi pelajaran bagi dirinya dan Leo. Ketika itu, Indonesia gagal meraih kemenangan setelah dikalahkan Korea Selatan pada nomor beregu. Pengalaman tersebut kemudian menjadi motivasi untuk memberikan penampilan lebih baik pada Asian Games 2026.

Sementara itu, Leo mengatakan dirinya bersama Daniel berusaha tampil tanpa tekanan ketika menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Bahkan ketika tertinggal 17-20 pada gim pertama, keduanya tetap berusaha bermain tenang dan menjaga permainan.

“Kami coba bermain tanpa beban. Saat tertinggal 17-20 di gim pertama, kami mencoba masuk saja dulu bolanya. Ternyata bisa membalikkan keadaan,” ujar Leo sebagaimana dilaporkan Republika.

Setelah skor menjadi 2-2, penentuan medali emas sepenuhnya berada di tangan Ubed. Tunggal putra muda tersebut mendapat dukungan penuh dari rekan-rekannya yang terus memberikan semangat dari belakang lapangan.

Dukungan tersebut mampu dimanfaatkan Ubed untuk menyelesaikan tugasnya. Ia menundukkan Weng Hongyang 23-21, 21-13 sekaligus memastikan Indonesia melakukan comeback sempurna dari ketertinggalan 0-2.

Baca Juga:  NU dan Muhammadiyah: Kadang Mesra, Kadang Renggang

Kemenangan 3-2 atas China itu pun mengantarkan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sebagai penyumbang medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru