IBTimes.ID – Upaya melestarikan bahasa daerah dilakukan melalui pendidikan sejak usia dini di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak menyusun modul pembelajaran bahasa Iha untuk diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar di kawasan transmigrasi.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Patriot Cilik yang menyasar siswa di lima sekolah dasar di Distrik Bomberay. Selain mengenalkan bahasa Iha sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat, kegiatan ini juga mengajak siswa memahami nilai patriotisme dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses pembelajaran, tim menggunakan pendekatan interaktif dengan menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah. Siswa diajak memahami pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati teman, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala SD Inpres 3 Bomberay, Sukiman, mengapresiasi pendekatan pembelajaran tersebut. Menurutnya, kegiatan Patriot Cilik memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sukiman, Rabu (4/11/2026).
Di sisi lain, penyusunan modul bahasa Iha menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Kolaborasi dengan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak dilakukan agar pengenalan bahasa tersebut tetap memperhatikan identitas dan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Ketua I Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak berharap pembelajaran bahasa Iha di sekolah dapat mendorong anak-anak untuk mengenal dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap bahasa daerah ini dapat semakin dikenal, dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahasa Iha merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mbaham Matta Fakfak yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya.
Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan sosial serta kebudayaan masyarakat.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menjelaskan bahwa pembentukan Tim Ekspedisi Patriot merupakan upaya menghadirkan keahlian perguruan tinggi secara langsung ke kawasan transmigrasi. Melalui keterlibatan akademisi, berbagai potensi dan persoalan di kawasan diharapkan dapat ditangani dengan pendekatan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui Tim Ekspedisi Patriot, kami ingin SDM-SDM unggul hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi,” ujar Iftitah, Senin (18/5/2026).
Melalui kegiatan Patriot Cilik, pengenalan bahasa Iha diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran di sekolah. Lebih dari itu, keterlibatan sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga adat diharapkan dapat memperkuat upaya pewarisan bahasa daerah kepada generasi berikutnya.
(SM)


