Qosdus Sabil

Santri Pengelana kelahiran Lamongan ini telah lama menyepikan dirinya dari dunia jurnalisme. Ia yang merupakan Kandidat Doktor Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah & Perdesaan Sekolah Pascasarjana IPB ini, meniti karir sebagai Konsultan berbagai Project Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan, serta Program-program Pengembangan Kawasan Perdesaan dan Kawasan Perbatasan Republik Indonesia. Ia mengasah jiwa leadershipnya sejak IPM Sekolah Kader Lamongan. Pernah menjabat Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur 2002-2004. Dan menjadi Wakil Sekretaris Bidang Kebijakan Publik LHKP PP Muhammadiyah 2010-2015. Kini, ia aktif sebagai Penasehat PRM Legoso-Ciputat.

Kerinduan ber-Muhammadiyah Seorang Penderita COVID-19

“Ngapunten sanget mas, Reza lama nggak ada kabar dan hilang dari peredaran. Ini Mas Qosdus tahu dari mana kalau saya lagi kena COVID?”“Santai akhi, semalam ane baca di grup JMAF, la ba’tsa thohurun. Ini jadi pembersih kita. Insya Allah antum akan cepet pulih, dan hasil swab akan negatif. Ane lihat wajah antum sudah kelihatan segar.” […]Read More

Andai Buya Syafii Seorang Politisi

Andai Buya Syafii adalah politisi, akan seperti apa jadinya? Sebelumnya patut kita simak terlebih dahulu kisah berikut. Dalam sebuah diskusi, menjelang Muktamar Muhammadiyah di Banda Aceh tahun 1995, beberapa aktivis mahasiswa IMM dan HMI bertanya kepada saya tentang siapa sosok yang bakal terpilih dalam Muktamar nanti? Saat itu saya hanya menjawab: “Rasanya hampir pasti Pak […]Read More

Jangan Perlakukan Rakyat Seperti Penjajah Memperlakukan Pangeran Diponegoro

Bulan Puasa yang tak biasaRakyat kehilangan asaAkibat kelicikan dan kecurangan penguasa….Taraweh 25 Ramadhan 1441, (Qosdus Sabil) “Mengapa saya tidak diizinkan pulang [Jenderal]? Apa yang harus saya lakukan di sini? Saya hanya sebentar menemuimu untuk kunjungan ramah tamah, sebagaimana adat Jawa setelah bulan Puasa. Mereka yang muda pergi mendatangi rumah orang yang lebih sepuh untuk meminta […]Read More

Moh. Djazman dan Amien Rais Beda Pandangan Politik

Mohammad Djazman Al Kindi. Pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini dikenal dekat dengan aktivis muda hingga akhir hayatnya. Sering menjadi tempat berdiskusi. Dalam forum seminar maupun kunjungan ke rumahnya. Djazman Al Kindi selalu terbuka menerima tamu para aktivis. Bahkan dijamu makan segala. Pernah saya bertamu ke rumahnya di Kaliurang Yogyakarta. Untuk mengundangnya ceramah di forum Silatnas Fokal IMM se-Indonesia […]Read More

Legacy Pak Djazman: Kaderisasi dan Transformasi Kepemimpinan di PTMA

Ada satu teladan yang luar biasa dicontohkan oleh tokoh Muhammadiyah bernama Mohamad Djazman Al Kindi.  Beliau selalu mencoba mengamalkan sunnah Rasulullah SAW untuk memuliakan tamu sebaik mungkin. Hal ini menjadi legacy Pak Djazman yang sangat mengesankan. Pernah, dalam rangka mempersiapkan agenda Silatnas Fokal IMM se-Indonesia di Kampus UMM tahun 1997, saya mendapatkan tugas untuk melaporkan […]Read More

M. Dawam Rahardjo, Pemikir Ekonomi yang Dituduh Liberal dan “Dipecat”

Dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center Kota Bandung tahun 1999, Muhammad Dawam Rahardjo mengusulkan, kartu anggota Muhammadiyah (Katam) dirancang multiguna. Bukan hanya menunjukkan Anda nomor ke sekian sebagai anggota persyarikatan. Dawam Rahardjo yang menjabat  Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah merancang kartu itu sekaligus berfungsi sebagai kartu ATM, kartu member jaringan minimarket Muhammadiyah, kartu asuransi perlindungan […]Read More

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.