RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Muhammadiyah, Peran Kebangsaan Melintasi Zaman

Oleh: Eko Triyanto “Saya mengetahui betapa besar artinya Muhammadiyah dalam kehidupan rohani bangsa kita, dan pula kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Saya mengenal Muhammadiyah dari dekat, bahkan buat beberapa tahun juga dari dalam. Karena itu saya dengan sungguh-sungguh mendoa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa moga-moga Ia senantiasa memberkati dan memberi taufiq hidayat kepada Muhammadiyah, agar supaya […]Read More

Refleksi Hari Lahir ke 107 Muhammadiyah

Oleh: Cak Nanto* -Milad- Hari ini, tepat 107 tahun yang lalu, lahir organisasi Muhammadiyah. Sebuah organisasi sosial keagamaan, yang menisbahkan nama Muhammad, nabi terakhir umat Islam, sebagai nama organisasinya. Hari itu adalah 18 november 1912. Didirikan di Yogyakarta oleh Kiai Ahmad Dahlan, pemuda kelahiran Kauman Yogyakarta. Pada saat lahir, konteks Indonesia (baca: Hindia Belanda), masih […]Read More

Muhammadiyah, HAMKA dan Inklusifitas

Oleh: M. Ruhul Amin* Muhammadiyah lebih dahulu lahir dari negara ini, tapi Muhammadiyah takkan pernah ingin berkonfrontasi dengan negara. Sebab jikalau itu terjadi umat lah yang akan menanggung deritanya. Zaman Orde Baru, Muhammadiyah berhasil menyelematkan umat dari jebakan asas tunggal Pancasila dengan menggunakan filosofi “helm” dari KH. AR Fakhruddin. Berulang kali selama kurang lebih 107 […]Read More

Di Timur Fajar Cerah Gemerlapan , Mengusir Kabut Hitam

Oleh: Ilhamsyah Muhammad Nurdin -Fajar- Salah satu lirik lagu sang surya yang jadi mars Muhammadiyah ciptaan dari Djarwani Hadikoesoema yaitu “ditimur fajar cerah germerlapan, mengusir kabut hitam” menjadi gagasan tulisan ini mewakili romantisme Muhammadiyah yang pancarkan sinar pencerahan yang tak mengenal batas geografis, suku, agama dan golongan. Bukti nyata atau bentuk kecintaan Muhammadiyah akan romantisme […]Read More

Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Melalui Pendidikan

Oleh : Fadhel Izanul Akbar Empat tujuan bangsa Indonesia diantaranya mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Semuanya merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia yang akan selalu diperjuangkan untuk diwujudkan. Mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah cita-cita bangsa Indonesia […]Read More

Tanwir ‘Aisyiyah: Monogami Lebih Berpeluang Meraih Sakinah

Salah satu indikator Islam Berkemajuan Muhammadiyah-‘Aisyiyah ditunjukkan dengan pandangan yang memuliakan perempuan. Pernyataan tersebut disampaikan Agung Danarto, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Tanwir II ‘Aisyiyah bertajuk Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan. Agung Danarta menjelaskan, berbeda dengan paham Islam tidak berkemajuan yang memandang perempuan harus dijaga dan dimuliakan dengan cara tidak diperbolehkan bekerja, tidak perlu belajar […]Read More