back to top
Kamis, April 30, 2026

Dari Wakaf Mualaf, Muhammadiyah Siapkan Pusat Pembinaan Mualaf yang Berkelanjutan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang mualaf di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mewakafkan tanah seluas 1.000 meter persegi untuk mendukung pusat pembinaan mualaf. Wakaf tersebut menjadi simbol kuat keteguhan iman sekaligus wujud kepedulian sosial yang lahir dari proses hijrah.

Penyerahan wakaf dilakukan dalam kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 100 mualaf pada Ahad (26/4). Momentum ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, serta pengurus Badan Wakaf Indonesia.

Langkah wakaf ini tidak hanya bermakna sebagai penyerahan aset, tetapi juga menunjukkan peran aktif mualaf dalam memperkuat gerakan dakwah. Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai wakaf ini sebagai bentuk kontribusi nyata yang patut diapresiasi.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyampaikan penghargaan atas inisiatif tersebut.

“Wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi cerminan keimanan yang tumbuh kuat. Ini adalah teladan nyata bahwa mualaf bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujarnya.

Menuju Pusat Pembinaan Mualaf Terpadu

Ke depan, lahan wakaf tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan mualaf yang terintegrasi. Program yang dirancang tidak hanya berfokus pada penguatan keislaman, tetapi juga mencakup pembinaan ibadah serta pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga:  Muhammadiyah Urai Alasan Ramadan 1447 H Dimulai 18 Februari 2026

Inisiatif ini sejalan dengan pendekatan dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas hidup umat secara menyeluruh. Dengan konsep pembinaan terpadu, diharapkan para mualaf dapat memperoleh pendampingan berkelanjutan yang memperkuat iman sekaligus kemandirian.

Pihak muwakif sendiri berharap lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembelajaran dan penguatan spiritual.

“Kami masih dalam proses belajar. Kami berharap tempat ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkapnya.

Kehadiran pusat pembinaan ini diharapkan menjadi model pengembangan dakwah berbasis komunitas yang inklusif dan berdaya. Selain menjadi ruang edukasi keagamaan, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi para mualaf.

Peristiwa ini menjadi refleksi bahwa hidayah tidak hanya mengubah keyakinan, tetapi juga melahirkan kesadaran untuk berbagi dan berkontribusi bagi umat. Wakaf tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi lahirnya pusat pembinaan mualaf yang berkelanjutan dan berdampak luas. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru