IBTimes.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menerima tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori Emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu (20/5/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Abdul Mu’ti dalam penguatan sektor pendidikan nasional, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi, revitalisasi sekolah, hingga perluasan akses kerja dan magang bagi lulusan SMK, termasuk peluang bekerja di luar negeri.
Penganugerahan tersebut juga menandai perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Dalam beberapa tahun terakhir, isu pendidikan vokasi memang menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk menjawab kebutuhan industri dan dunia kerja yang terus berkembang.
Abdul Mu’ti menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan nasional.
“Bagi saya, sesungguhnya penghargaan itu jauh lebih tinggi dari yang sudah saya berikan dan lakukan untuk pendidikan di Indonesia,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari upaya mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami sebagai menteri tentu saja melaksanakan sebaik-baiknya apa yang menjadi arahan dan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” sambung Mu’ti.
Revitalisasi Pendidikan
Pemberian Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori Emas itu didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/306/013/2026 tentang Penerimaan Lencana Penghargaan Kategori Emas dalam Bidang Pendidikan di Provinsi Jawa Timur.
Dalam beberapa kesempatan, Abdul Mu’ti memang dikenal aktif mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu solusi menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan konektivitas antara dunia pendidikan dan industri menjadi bagian penting dari agenda transformasi pendidikan nasional.
Pemerintah juga terus mendorong agar lulusan SMK tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi memiliki daya saing global melalui program magang internasional dan peningkatan keterampilan berbasis kebutuhan industri modern.
Penghargaan yang diterima Abdul Mu’ti sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Pendidikan tidak lagi hanya dipahami sebagai proses akademik semata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat daya saing bangsa.
Dengan penguatan pendidikan vokasi dan revitalisasi sekolah yang terus digencarkan, pemerintah berharap lahir generasi muda yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin kompetitif. (NS)


