back to top
Minggu, Mei 17, 2026

Nasyiatul ‘Aisyiyah Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda untuk Keadilan Iklim Berkelanjutan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Nasyiatul ‘Aisyiyah menegaskan pentingnya peran perempuan muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih adil di tengah krisis global yang terus berkembang.

Isu perubahan iklim, kerusakan ekologi, hingga ketimpangan sosial dinilai membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Perempuan secara khusus dipandang memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tingkat komunitas.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah, Arianti Dina Puspitasari, dalam International Seminar bertajuk “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (16/5).

Dalam paparannya, Arianti menekankan bahwa ajaran Islam menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga keseimbangan alam dan mencegah kerusakan lingkungan. Karena itu, menurutnya, keberlanjutan lingkungan bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama.

“Umat Islam memiliki mandat moral untuk menciptakan sistem kehidupan yang tidak merugikan bumi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep keberlanjutan dalam Islam berkaitan erat dengan prinsip menjaga keseimbangan (mizan), menghadirkan kemakmuran, serta menghindari kerusakan (fasad). Dalam konteks tersebut, perempuan muda memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan melalui gerakan sosial dan ekonomi yang ramah lingkungan.

Gerakan Lingkungan dan Kepemimpinan Perempuan

Arianti menyebut, Nasyiatul ‘Aisyiyah terus mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui Gerakan Green Nasyiah yang dikembangkan di berbagai daerah, termasuk Solo dan Banyuwangi. Gerakan ini berfokus pada peningkatan kesadaran ekologis, penguatan kapasitas kader, hingga kolaborasi lintas komunitas.

Baca Juga:  Andrew Kalaweit, Konten Kreator 21 Tahun Asal Kalimantan Masuk 30 Under 30 Forbes Asia

Selain itu, program BUANA dan AKUNA juga dijalankan untuk memperkuat keterampilan perempuan muda dalam bidang kewirausahaan, kepemimpinan, komunikasi, hingga pemasaran produk halal berbasis ekonomi berkelanjutan.

Menurut Arianti, penguatan kapasitas perempuan muda menjadi langkah penting agar mereka mampu menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menilai bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari isu kemanusiaan dan keadilan sosial.

Ia menyoroti berbagai persoalan global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga konflik kemanusiaan yang saling berkaitan.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang memelihara alam, tetapi juga memelihara hubungan antara manusia dan alam semesta, antara komunitas dan keadilan,” katanya.

Yayah juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis komunitas dalam menghadapi tantangan dunia saat ini. Menurutnya, gerakan perempuan muda di akar rumput memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan.

“Forum seperti ini sejalan dengan visi Islam Berkemajuan Muhammadiyah yang membuka ruang kolaborasi, kepemimpinan perempuan, dan gerakan sosial lintas batas untuk menciptakan masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkas Yayah. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru