back to top
Senin, April 13, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Bisakah Puritanisme Bersanding dengan Pluralisme?

Buku Pluralisme Positif: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Muhammadiyah karya Abdul Mu’ti dan Azaki Khoirudin (2019) ini, tampaknya lanjutan dari buku sebelumnya, Kristen Muhammadiyah: Konvergensi Muslim dan...

Prof. Yunahar, ISESCO, dan Bahasa Arab bagi Muhammadiyah

Oleh Yoyo bin Ardi Tahir* Bahasa Arab bagi umat Islam menempati posisi yang sangat penting. Ia merupakan bahasa manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai...

Teologi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Istilah amr ma’ruf nahy munkar cukup populer di Indonesia. Sebenarnya istilah itu sendiri dari dua pengertian penting, yakni ma’ruf dan munkar. Tetapi, sebagai kata yang berdiri sendiri, dua...

Mengenal Kolej Islam Muhammadiyah di Singapura

Apakah Kolej Islam Muhammadiyah (KIM)? Sekilas terdengar agak aneh bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Muhammadiyah, mendengar istilah ini. Tetapi eksistensi KIM adalah fakta, bukan rekayasa fiktif....

Tasawuf Nusantara: Relevansi dalam Dinamika Islam Indonesia

Islam Indonesia mewarisi tradisi tasawuf (Sufisme) yang begitu kaya sejak Islam pertama kali menyebar secara massif di kawasan ini sejak akhir abad 12. Bahkan para penyiar...

Tafsir tentang Nahi Munkar

Kata munkar disebut sebanyak 37 kali dalam al-Qur'an, antara lain disebut dalam surat Al-Ma'idah/S:79. Dari membaca ayat itu saja sulit diketahui apa makna yang sesungguhnya....

Latest news

- Advertisement -spot_img