Geografi Masa Eksperimen Awal

 Geografi Masa Eksperimen Awal
Gambar: pelajaran.co.id            

Sesudah kira-kira tahun 1200 Eropa mengalami revitalisasi atau kebangkitan hidup kembali, khususnya pada masa-masa dalam abad 14 hingga 17 yang dikenal juga sebagai masa Renaisan. Masa renaisan ditandai antara lain dengan munculnya gerakan intelektual dan seni yang meluas di seluruh Eropa.

Orang berupaya mengaji kembali apa-apa yang sudah dikembangkan para ahli pada zaman Yunani dan Romawi kuno. Perjalanan-perjalanan perang salib untuk membebaskan tanah suci dari kekuasaan orang Islam diperkirakan telah turut berpengaruh dalam mengubah tatanan dan pandangan yang selama ini berlaku di Eropa. Peranan para tokoh gereja yang semula itu mutlak telah diganti oleh peranan para bangsawan dan pimpinan militer.

Keberhasilan Awal Geografi

Sejak ekspansi orang Islam ke Eropa abad 8, setidaknya angin segar yang merangsang pada pengetahuan dan buah pikiran baru mulai datang. Untuk waktu lama terjadi rantai pertukaran budaya dan ilmu, karya-karya tokoh ilmu Yunani terus yang dikembangkan oleh orang Islam. Ditambah sumber-sumber yang berasal dari pusat-pusat peradaban di Afrika (Mesir) dan Asia telah memberikan sinar terang bagi kebangkitan kembali Eropa dari zaman kegelapan.

Buku Aljabar karya baku Al Khawarizmi (825) menjadi buku baku di Eropa untuk beberapa abad lamanya dan telah membawa orang Eropa pada cara berfikir baru yang lebih efisien. Sedang tulisannya tentang cara perhitungan biasa (aritmatika) telah menjadi pembuka jalan pemakaian cara desimal. Cara desimal dan penggunaan angka Arab sebagai pengganti angka Romawi telah membawa kemajuan cara berfikir yang lebih pesat.

Di samping itu ilmu kimia, kedokteran, astronomi dan beberapa cabang ilmu lain yang telah demikian jauh dikembangkan oleh Dunia Islam telah pula mendorong orang Eropa untuk mengejar ketertinggalan mereka selama seribu tahun dalam abad pertengahan.

Secara keseluruhan pembaharuan-pembaharuan dalam seni, filsafat, agama, munculnya humanisme, reformasi gereja dan renaisan telah membawa Eropa pada perkembangan baru dalam ilmu, cara berfikir dan pengetahuan tentang bumi. Dengan ditemukannya kembali karya Ptolomaeus, datangnya ilmu baru dari dunia Islam dan meningkatnya perjalanan ke daerah-daerah baru yang memperluas cakrawala geografi.

Dalam sejarah pertumbuhannya, geografi dan kartografi tidak pernah memiliki daya kegunaan dan keberhasilan yang demikian rupa seperti yang dihasilkan Eropa antara tahun 1450 hingga 1800.

Minat orang kepada daerah-daerah baru menjadi demikian besar, pengetahuan baru yang bertalian dengan keadaan lokasi perlu penataan dan pembukuan secara lebih efesien. Banyaknya bahan-bahan baru menggalakkan produksi perpetaan dari atlas yang lebih seksama, yang setiap kali mengalami pembaharuan dan penyempurnaan sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan juga tuntutan kebutuhan praktis.

Eksperimen Bumi dan Tata Surya

Geografi yang menyajikan deskripsi dunia dengan disertai keterangan-keterangan lokasi absolut dan lokasi relatif yang lebih lengkap. Setelahnya mampu memberikan sumbangan bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Sumbangan yang sangat berharga dari karya para ahli geografi sebaliknya mendapatkan imbalan berupa dukungan finansial dan semangat bagi pengembangan lebih lanjut pengetahuan geografi.

Sejalan dengan pertumbuhan pusat-pusat ilmu dan pengetahuan yang berbentuk universitas, tampilnya tokoh-tokoh ilmu dari berbagai disiplin atau cabang pengetahuan, beberapa buah pikiran dan karya-karya penting muncul selama periode kebangkitan kembali Eropa.

Nicolaus Compernicus (1473- 1543) dalam tahun 1500 memberikan ceramah-ceramah mengenai cakrawala. la terkenal karena mengajukan pendapat bahwa bumi dan planet-planet semua beredar mengelilingi matahari. Pandangan heliosentris, yang sebenarnya telah dikemukakan untuk pertama kalinya oleh Aristarchus pada abad 3 sebelum Masehi, berlawanan dengan pendapat Hiparchus dan Ptolomaeus yang menganggap bumi sebagai pusatnya.

Galileo Galilei (1564-1642), sarjana matematika dan fisika penemu lintasan peluru, hukum pergerakan, benda-benda dan penemuan-penemuan lain, membenarkan pendapat Copernicus. Penemuannya yang terpenting ialah terlihatnya (dengan teropong) planet Yupiter yang dikelilingi oleh empat bulan. Adanya tata bulan Yupiter inilah yang lebih meyakinkan pandangannya bahwa bumi dan bulannya merupakan juga bagian bagian tata surya dengan matahari sebagai pusat peredaran.

Dari kalangan ahli perpetaan, karya Gerardus Mercator (1512-1594) demikian penting artinya dalam dunia pelayaran. Karena dengan proyeksi petanya yang menggunakan garis pararel sejajar dan garis-garis meredian juga sejajar arah pelayaran menurut garis arah kompas dapat digambarkan pada peta sebagai garis lurus.

Proyeksi Mercator yang memberikan sifat conform dengan bentuk sebenarnya di muka bumi dengan pembesaran luar biasa pada bagian daerah lintang tinggi menggunakan sistem skala gradual (skala pada bagian daerah dekat equator tidak sama dengan skala daerah lintang sedang atau lintang tinggi). Dengan demikian peta dengan proyeksi Mercator mempunyai skala yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Keuntungan untuk Ekspedisi

Kemajuan dalam pengetahuan perpetaan sangat menguntungkan bagi peningkatan ekspedisi dalam rangka upaya penemuan baru (pencarian) dan penyelidikan dalam berbagai cabang pengetahuan tentang daerah-daerah baru.

Pelayaran-pelayaran James Cook, yang antara lain membuahkan pengakuan New Zaeland dan daratan Australia sebagai wilayah Kerajaan Inggris, selain bersifat penjelajahan astronomis (pemetaan daerah dan tempat-tempat di muka bumi) juga senantiasa disertai berbagai tokoh ahli (botani, fisika atau ahli cabang ilmu lain).

Penjelajahan ke daerah-daerah baru yang berlangsung abad 17 dan 18, baik yang diprakarsai oleh pihak swasta (perusahaan dagang atau lembaga keilmuan) maupun oleh pemerintah, semua mendapat dukungan dari pemerintah berupa hak monopoli. Selain itu secara tidak resmi juga menggali dan mengolah kekayaan daerah-daerah baru. Maka secara berangsur telah lahirlah era baru, yaitu zaman timbulnya daerah-daerah jajahan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, berkat keuntungan-keuntungan yang diperoleh, eksplorasi dan penemuan daerah-daerah baru telah juga mengantar geografi abad 17 menjadi suatu badan pengetahuan tersendiri yang bekerja dengan penyelidikan-penyelidikan secara ilmiah.

Bertalian dengan pengetahuan bumi telah muncul penyelidikan-penyelidikan alam tentang fosil-fosil oleh Van Woodward (1696). Tentang angin pasat dan angin musim oleh Halley (1686). Tentang arus-arus laut oleh Isaac Vossius (1663) dan kemudian juga tentang pegunungan oleh Buaclie (1752). Teori tentang alam ditampilkan oleh Buffon (1778) sedang teori tentang bumi dikemukakan oleh Hutton (1788).

Satu karya geografi paling menonjol yang muncul pada abad 17 ialah buku Bernhardus Varenius (1650) yang berjudul Geographia Generalis yang memuat pengetahuan lengkap dan murni tentang bumi.

Verinius sekaligus juga melakukan dua pendekatan, yaitu mempelajari gejala-gejala yang berlaku secara menyeluruh di bumi sebagai suatu keseluruhan (air, laut, danau, iklim, dan keadaan pegunungan), di samping juga memuat uraian tentang daerah-daerah besar (chorographia) dan daerah-daerah (tempat) kecil seperti kota-kota (topographia) sebagai bagian geographia spesialis. Dengan demikian munculnya buku Verenius dapat dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah pertumbuhan geografi sebagai ilmu.

Geografi sebagai Ilmu

Berbagai gejala yang menjadi sasaran studi geografi dari keadaan air, laut, danau, angin sampai iklim dan keadaan suatu kawasan telah mendapat perhatian pada awal pertumbuhan ilmu geografi. Pertumbuhan geografi sebagai ilmu (geografi modern) umumnya lebih dikaitkan dengan karya-karya Alexander von Humboldt (1769-1859) yang dianggap peletak dasar geografi fisik modern dan Karl Ritter (1779-1859) yang dipandang sebagai bapak geografi sosial/manusia, geografi pada masa-masa sebelumnya diberi sebutan sebagai geografi klasik.

Sebutan geografi. klasik dikaitkan dengan cara kerja, pengorganisasian materi dan pandangan ilmu yang dipakai. Humboldt dan Ritter memandang karya-karya sebelum mereka kebanyakan bersifat deskriptif dan berdasarkan cara berfikir yang kurang terorganisasi secara sistematik.

Ciri-ciri geografi klasik terlihat oleh: belum menonjolnya penjelasan hubungan sebab akibat dan perlunya generalisasi ataupun perumusan hukum-hukum, masih dianutnya pendirian bahwa tidak ada perbedaan antara metodologi untuk ilmu-ilmu alami dan ilmu-ilmu sosial, dan adanya pandangan bahwa obyek utama studi geografi ialah menyelidiki bagaimana lingkungan alam sekitar mempengaruhi fungsi dan perkembangan masyarakat.

Abad 19 disepakati sebagai masa pertumbuhan geografi sebagai ilmu mengingat batas lingkup studi yang lebih tegas, cara kerja yang mendasarkan pada bahan faktual secara sistematik, dan tujuan studi untuk sampai pada generalisasi. Penyelidikan Humboldt mengenai topik-topik khusus seperti tipe-tipe tumbuh-­tumbuhan dan hubungannya dengan keadaan iklim, baik pada skala regional atau dunia, menyajikan uraian deskriptif yang sangat sistematik dengan disertai upaya generalisasi dan penjelasan hubungan sebab-akibat.

***

Pada masa Humboldt dan Ritter ini, geografi telah mendapat tempat dalam kedudukannya sebagai ilmu-ilmu sistematik. Tetapi di balik itu sifat keterpaduan studi geografi menjadi berkurang, karena aspek-aspek lingkungan alam dan kehidupan manusia mulai nyata dipisahkan.

Sementara paradigma yang muncul dalam geografi modern saat ini intinya dapat diidentifikasi dari kecenderungan-kecenderungan eksplorasi, determinisme lingkungan, dan posibilisme lingkungan serta faham regionalisme.

Editor: Nabhan


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis dan editor yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
Mandiri 137-00-5556665-3
A.n Litera Cahaya Bangsa

Avatar

RedaksiIB

IBTimes.ID - Kanal Moderasi Islam. Kanal media multiplatform yang menyediakan wacana Islam Rahmatan lil Alamin secara aktual, mendalam, dan mencerahkan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.