back to top
Senin, Juli 27, 2026

Bahasa Inggris Untuk Guru

Lihat Lainnya

Nabila Meisyaroh,
Nabila Meisyaroh,
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan

Kemendikdasmen meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) sebagai persiapan diterapkannya Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Peta Jalan Pendidikan Nasional 2025–2045 dan diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Pemerintah melalui Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) berupaya meningkatkan kompetensi guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris melalui pelatihan berbasis standar internasional Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan guru, terutama karena banyak pengajar bukan berlatar belakang Pendidikan Bahasa Inggris. Oleh sebab itu, pelatihan kompetensi guru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Program PKGSD-MBI merupakan kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan kompetensi profesional guru sekolah dasar dalam mengajar Bahasa Inggris. Pelatihan diberikan secara bertahap melalui pembelajaran daring menggunakan Learning Management System (LMS), pelatihan intensif, pendampingan, serta evaluasi kemampuan guru berdasarkan standar CEFR.. Melalui program ini, pemerintah berharap guru memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai sekaligus menguasai strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa guru, tetapi juga pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas. Kebijakan ini mendapat respons positif karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru.

Baca Juga:  Harapan Untuk Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM)

Namun, sebagian pihak menilai bahwa pelatihan saja belum cukup tanpa adan ya pendampingan berkelanjutan, terutama bagi guru yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris. Pandangan tersebut didukung oleh penelitian Munawaroh dkk. (2025) yang menunjukkan bahwa guru kelas di salah satu sekolah islam masih memiliki keterbatasan kompetensi dan kurang percaya diri dalam mengajar Bahasa Inggris. Meskipun pelatihan terbukti meningkatkan kemampuan guru, peneliti menegaskan bahwa pendampingan lanjutan tetap diperlukan agar kompetensi tersebut dapat diterapkan secara konsisten di kelas. Temuan serupa disampaikan oleh Syarifah dan Nurhidayat (2024) yang menyatakan bahwa banyak guru sekolah dasar belum memiliki keterampilan Bahasa Inggris yang memadai dan belum pernah mengikuti pelatihan khusus. Akibatnya, guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran dan menyusun perangkat ajar yang sesuai.

Menurut penulis, kebijakan pelatihan guru Bahasa Inggris merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, keberhasilannya tidak hanya diukur dari banyaknya peserta pelatihan, melainkan dari perubahan praktik mengajar di kelas melalui pendampingan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan teori Professional Development dari Linda Darling-Hammond yang menekankan bahwa pengembangan profesional guru akan efektif jika dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada praktik mengajar. Selain itu, teori Andragogi dari Malcolm Knowles menjelaskan bahwa pelatihan akan lebih efektif apabila sesuai dengan kebutuhan pekerjaan peserta. Oleh karena itu, pelatihan guru Bahasa Inggris perlu berfokus pada praktik pembelajaran dan pendampingan agar benar-benar berdampak pada peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Baca Juga:  Madzhab Kemanusiaan Tarekat ASMiyah

Di samping pendampingan, keberhasilan pelaksanaan program ini juga sangat dipengaruhi oleh dukungan dari pihak sekolah serta pemerintah daerah. Sekolah perlu menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kompetensi guru melalui komunitas belajar, forum diskusi, maupun kegiatan berbagi pengalaman mengajar. Sementara itu, pemerintah daerah dapat berkontribusi dengan menyediakan pelatihan lanjutan, memperluas akses terhadap sumber belajar berbasis digital, serta melakukan pemantauan terhadap penerapan hasil pelatihan di sekolah. Sinergi antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkualitas.

Dengan kompetensi guru yang terus berkembang, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik usia sekolah dasar. Pembelajaran pun tidak hanya berorientasi pada penguasaan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, apabila program ini dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar akan lebih efektif sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tingkat global.

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru