back to top
Kamis, Oktober 15, 2026

Pemprov Kaltara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lestarikan Mangrove

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat kerja sama lintas sektor guna menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak serta pengelolaan mangrove secara berkelanjutan agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan masyarakat.

“Pemprov Kaltara berkolaborasi dengan lintas sektor komitmen menjaga kelestarian ekosistem mangrove,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang ke Antara pada Rabu.

Komitmen tersebut diwujudkan, salah satunya, melalui kehadiran Zainal dalam peringatan 20 tahun penanaman mangrove di kawasan Konservasi Mangrove, Kota Tarakan, pada Selasa (13/10).

Dalam kesempatan itu, Zainal menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pegiat lingkungan, kalangan dunia usaha, serta mitra internasional yang telah berperan dalam upaya pelestarian mangrove di Kaltara selama dua dekade terakhir.

Menurut dia, keberadaan mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain melindungi wilayah pantai dari abrasi dan badai, ekosistem mangrove berperan menyerap karbon, menjaga kualitas air, serta menyediakan habitat bagi beragam flora dan fauna. Mangrove juga menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama 20 tahun dalam menjaga mangrove. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan,” ucapnya.

Zainal mengungkapkan, berdasarkan data yang dipaparkan dalam peringatan dua dekade penanaman mangrove, luas ekosistem mangrove di Kaltara mencapai 326.396,37 hektare. Luasan tersebut mencakup kawasan hutan maupun area penggunaan lain yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.

Baca Juga:  Nasyiatul ‘Aisyiyah Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda untuk Keadilan Iklim Berkelanjutan

Ia menegaskan, momentum peringatan 20 tahun penanaman mangrove harus dimanfaatkan lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut perlu menjadi sarana untuk mengevaluasi berbagai program pelestarian yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

Beberapa upaya yang perlu diperkuat, antara lain rehabilitasi kawasan pesisir yang mengalami kerusakan serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove.

Selain itu, Gubernur Kaltara mendorong perbaikan tata kelola mangrove melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, mitra internasional, pegiat lingkungan, dan masyarakat setempat. Menurutnya, pengelolaan mangrove harus mampu mempertahankan fungsi ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Pengolahan produk berbahan mangrove yang memiliki nilai tambah juga dinilai dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

“Pemprov Kaltara akan terus mendukung pelestarian mangrove. Kita ingin ekosistem ini tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Zainal berharap, kolaborasi yang telah terbangun selama dua dekade dapat terus berlanjut dan semakin kuat. Dengan demikian, kelestarian mangrove di Kaltara dapat dipertahankan sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi generasi mendatang.

“Saya percaya, jika kita tulus menjaga lingkungan, alam juga akan memberikan manfaat bagi kita. Mari bersama-sama menjaga mangrove Kaltara agar tetap lestari untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

(MS)

Baca Juga:  Muhammadiyah Dorong Pesantren Lakukan Efisiensi dan Transisi Energi

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru