back to top
Jumat, Agustus 21, 2026

Dari Rumah ke Gerakan Iklim, Eco Bhinneka Muhammadiyah Bangun Kader Pengelola Sampah di Halmahera Selatan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Persoalan sampah di wilayah pesisir tidak berhenti pada urusan kebersihan, tetapi berkaitan dengan kesehatan, ekosistem, dan masa depan masyarakat. Kesadaran tersebut menjadi salah satu dasar pengelolaan sampah rumah tangga yang didorong Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui Training of Trainers (ToT) “Eco-Literasi dan Aksi Komunitas melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga” di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang diikuti kelompok PKK dari Wayamiga, Nyoyifi, Babang, Sayoang, dan Sabatang ini tidak sekadar memberikan pengetahuan teknis. Pengelolaan sampah rumah tangga diarahkan menjadi gerakan berbasis komunitas dengan melahirkan kader lingkungan yang mampu menggerakkan masyarakat di desa masing-masing.

Mewakili Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Dinul Qoyimah menilai sampah memiliki kaitan erat dengan kehidupan manusia. Ia mendorong peserta menjadikan rumah sebagai titik awal perubahan.

“Kita sedang berbicara tentang kehidupan. Sampah yang kita hasilkan di rumah dapat berakhir di lingkungan, sungai, pesisir, bahkan laut. Dampaknya bukan hanya terhadap kebersihan, tetapi juga kesehatan, ekosistem, sumber penghidupan, dan masa depan anak-anak kita,” ujar Dinul.

Sampah, Literasi, dan Gerakan dari Rumah

Dalam pengelolaan sampah rumah tangga, peserta memperoleh materi sekaligus praktik pemilahan, pemanfaatan, dan daur ulang sampah. Eco Bhinneka juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan, pemuda, kelompok keagamaan, dan masyarakat dalam membangun gerakan lingkungan.

Dinul mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti pada sertifikat, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga:  Survei IYCTC: 95 Persen Warga Jakarta Dukung Ruang Publik Sehat Tanpa Rokok

“Jangan sampai setelah mengikuti ToT, kita pulang membawa sertifikat tetapi tidak membawa perubahan. Pulanglah membawa pengetahuan, keterampilan, dan terutama komitmen untuk melakukan sesuatu. Mulailah dari rumah,” katanya.

Camat Bacan Timur Niar Barakati, S.H., mengapresiasi kreativitas masyarakat Sabatang dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Desa tersebut bahkan pernah menjadi juara pertama dan mewakili Maluku Utara dalam ajang pengelolaan sampah pada 2022.

“Di depan kita ini sampah-sampah yang kita buang dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK menjadi maha karya. Ini sangat luar biasa,” ujar Niar.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Selatan Husain Mustofa menegaskan, pengelolaan sampah rumah tangga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Persoalan sampah ini bukan persoalan sendiri atau persoalan pemerintah, akan tetapi persoalan kita bersama,” ujarnya.

Menghubungkan Sampah dengan Keadilan Iklim

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program SMILE (Strengthening Multifaith Initiative Leader on Climate Justice through Ecofeminism). Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah rumah tangga ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan perempuan, pemuda, dan masyarakat lintas iman dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Eco Bhinneka berharap kader yang mengikuti ToT dapat mengembangkan kebiasaan memilah sampah, mengurangi barang sekali pakai, menggunakan kembali barang bekas, hingga mengembangkan daur ulang bernilai ekonomi.

Dengan kolaborasi pemerintah, PKK, pemuda, tokoh agama, BCL, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat, pengelolaan sampah rumah tangga di Halmahera Selatan diharapkan tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan. Dimulai dari rumah, berkembang di desa, dan memberi dampak bagi masa depan Bumi Saruma. (NS)

Baca Juga:  Asrama Pesantren di Aceh Ambruk Akibat Longsor

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru