back to top
Senin, April 6, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Mengakhiri Kesadaran Teknokratis Muhammadiyah

Oleh: Muhammad Afriansyah*   Mengakhiri kesadaran teknokratis Muhammadiyah tidak lepas dari bahasan tentang ideologi. Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah senantiasa mendasarkan pada prinsip-prinsip ajaran Islam. Sebagai gerakan...

Membaca Cak Nur dalam 120 Detik

Warga negara milenial punya kekuatan super yang tidak dimiliki oleh ras manusia sebelumnya: membaca secepat jet tempur Amerika Serikat. Karena itu, tulisan ini hanya...

Hamim Ilyas: Tafsir Baru Delapan Asnaf Penerima Zakat

IBTimes.ID – Redefinisi Mustahik Zakat Kontemporer adalah salah satu materi yang menarik dalam “Sidang Tarjih Fikih Keagamaan Tingkat Nasional Tahun 2019 M/1441 H” yang...

Muhammadiyah dan Salafisme (1): Bukan Kembar Siam

Belakangan ini, pembahasan tentang hubungan antara Muhammadiyah dan salafisme meningkat cukup tajam. Pembahasan perlu diluruskan pada pendapat bahwa Muhammadiyah dan salafi bukan kembar siam. Beberapa...

Tingkatan Alquran dan Wahyu

Muhammed Arkoun adalah seorang sarjana Islam kontemporer yang berasal dari Tourirt Mimoun, Kabilia, Aljazair yang terlahir pada tanggal 1 Februari 1928. Saat terjadi perang kemerdekaan...

Mengapa Muhammadiyah Tidak Bermadzhab?

Oleh: Azaki Khoirudin “Memahami agama dalam perspektif tarjih dilakukan langsung dari sumber-sumber pokoknya, al-Quran dan Sunnah melaluin proses ijtihad dengan metode-metode ijtihad yang ada. Ini...

Latest news

- Advertisement -spot_img

This will close in 0 seconds