back to top
Rabu, Mei 6, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Sumanto Al-Qurtuby, Mengapa Mengusik Muhammadiyah?

Sumanto Al Qurtubi seorang dosen sosiologi di salah satu Universitas di Saudi Arabia meluapkan kekecewaannya terkait tidak diakomodasinya NU dalam kabinet. Menurutnya yang ada...

Maaf ke Buya Syafii: Pasca Tsunami Politik Menerpa Muhammadiyah

Jika kemarin kami khilaf maafkan kami. Tapi jangan hukum Persyarikatan ini karena kesalahan kami Sebenarnya hari ini saya telah menyelesaikan tulisan yang saya beri judul...

Santri Indonesia sebagai Duta Perdamaian Dunia

Oleh: Finka Setiana Adiwisastra*   Bermula dari fatwa Resolusi Jihad KH. Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 atas pertanyaan Bung Karno mengenai hukum mempertahankan kemerdekaan dengan...

Kiprah Santri dan Semangat Keindonesiaan

Oleh: Iffatus Sholehah*   Pada tanggal 22 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional. Penetapan hari tersebut merupakan bentuk pengakuan dan penghormatan atas kiprah...

Ketika Hari Santri Dipersoalkan

Oleh: Muhammad Saleh*   Sejak tahun 2015 tepatnya pada tanggal 22 Oktober, pemerintah menetapkan peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan ini dalam rangka membangkitkan kembali ingatan bangsa...

Santri-santri Modernis di Era Revolusi

Inilah santri-santri modernis yang memiliki latar belakang kultur Muhammadiyah ketika memasuki era revolusi di Indonesia Haji Syujak (1883-1962) Belajar di Pesentren WonokromoAnggota Boedi OetomoKetua Pertama...

Latest news

- Advertisement -spot_img