PUBLISHER

PT Litera Cahaya Bangsa Jalan Nanas 47B, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Kanal Moderasi Islam. Hubungi Kami.

Berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat yang cukup ringkas dan dapat dipakai untuk memberikan khutbah Jumat di masjid-masjid manapun secara umum. Tema yang dimuat dalam teks khutbah Jumat ini adalah tentang persatuan. Teks khutbah Jumat ini terbagi menjadi dua bagian untuk khutbah pertama dan khutbah kedua.

Teks Khutbah Jumat
Perbedaan adalah Persatuan

Teks Khutbah Jumat Bagian Pertama

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الحمد لله ربّ العالمين, الذي أرسل رسوله بالهدى و دين الحق, ليظهره على الدين كله و كفى بالله شهيدا, أشهد أن لا اله إلا الله و أشهد أنّ محمدا رسول الله. أما بعد

قال الله تعالى في كتابه الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

( ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته و لا تموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون )  

[Q.S. Ali Imran : 102]

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan segala nikmat dan hidayah-Nya sehinga kita masih bisa menikmati indahnya iman, islam, dan ihsan. Tak lupa pula shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada uswah kita yaitu Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mana telah berjuang hingga tegaknya Agama Allah ini, dan syafa’atnya yang kita nantikan di Yaumil Qiyamah.

Hadirin Rahimakumullah

Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘Alamin, yang semestinya menjadi pokok utama atau arahan manusia untuk berkehidupan yang baik dan benar. Yang bisa menjadi arahan seluruh ummat manusia bukan hanya ummat muslim saja, akan tetapi yang menjadi kewajiban utama sebagai konsekuen ummat yang beriman kepada-Nya harus mengikuti tatanan yang telah ditetapkan oleh Allah dengan melaksanakan segala hal yang diperintahkan-Nya dan mejauhi segala larangan-Nya.

Manusia hadir sebagai khalifah bagi diri sendiri dan di bumi ini. Karena pribadi manusia dapat berubah-ubah dan sangat mudah merespon perubahan yang terjadi di tengah-tengah kejadian sekarang, sehingga membentuk mindset bagaimana ia mau bertindak sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman ini.

Maka Allah telah menyatakan juga bahwa hanya diri sendiri lah yang menjadi supir atau kendali diri dalam menentukan jalan hidupnya. Entah ke arah yang dholal ataupun ke jalan yang hasanah.

Baca Juga  Buletin Jumat: Merawat Harmoni untuk Negeri
Hadirin Rahimakumullah

Keluarga, lingkungan, serta keadaan sosial yang ada menjadi pengendali kepribadian seseorang bagaimana kepribadian itu terbentuk. Karena di situlah pengaruh besar seseorang membentuk kepribadiannya. Adanya perbedaan membawa manusia untuk saling memahami apa yang menjadi pedoman hidup manusia, karena tiada lain tiada bukan perbedaan ini sebagai bentuk perintah untuk saling memhami dan mengenali, sebagaimana firman Allah :

ياأيها الناس إنا خلقناكم  مّن ذكر أو أنثى وجعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفوا, إنّ أكرمكم عند الله أتقىكم, إن الله عليم خبير

Artinya :

“Hai Manusia, Sesungguhnya kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menajadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (Q.S. Al-Hujurat [49] : 13)

Dari kacamata psikologis, manusia memiliki kepribadian yang unik, memiliki tingkah laku dari manufestasi kejiwaan, memiliki kecerdasan dan daya pikir serta berkebutuhan psikologis untuk mengembangkan kepribadian[1]. Maka dari keunikan pribadi manusia menjadi gambaran bagaimana tingkah laku yang tercipta sebagai alat manusia untuk bersosialisasi satu sama lainnya.

Allah pun memang sudah mengatakan bahwa manusia memang telah diciptakan. Ada yang perempuan ada yang laki-laki, ada yang berkulit putih dan ada yang berkulit hitam. Semua itu tercipta dengan segala hikmah yang Allah inginkan, agar manusia saling mengenal dan mengetahui bagaimana perilaku dan sifat-sifat di setiap orangnya. Sebagai bentuk mu’amalah yang baik dan benar antar sesama manusia (hablum minannas).

Hadirin Rahimakumullah

Sungguh cara untuk mencapai ketaqwaan dan kecintaan Allah kepada Hamba-Nya cukup dengan satu syarat, yaitu bertaqwa kepada Allah,

إنّ أكرمكم عند الله أتقىكم

Maka dari perkataan Allah diatas sudah jelas cukup satu syarat saja kita bisa menjadi seorang hamba yang disayang oleh Allah. Namun, proses atau fase menuju kata takwa itu membutuhkan yang Namanya ijtihad. Butuh yang nama nya perjuangan dengan melawan rasa dan keinginan lain.

Baca Juga  Buletin Jumat: Meneladani Dakwah Nabi

Ketika kita sedang beribadah, pasti ada saja godaan dan Waswasatus Syaithan, yang datang Ketika kita sedang bertaqarrub kepada Sang Khalik. Bahkan orang yang bermaksiat saja pasti masih ada syaithan yang selalu membisikkan ke telinganya agar selalu bermaksiat. Tentu lebih banyak lagi bisikan bagi orang yang dekat dengan ketaatan kepada Allah.

Godaan tersebut hanyalah godaan yang lemah, karena hanya berupa bisikan bukan sebuah Gerakan atau sebagai lainnya. Namun, kita manusia lebih mudah tergoda karena bisikan saja. Lalu bagaimana jika syaithan bisa menggerakkan tubuh kita untuk melakukan maksiat? Maka pastinya begitu banyak dari kita yang terjerumus kedalam lubang kesalahan.

Jika kita bisa melakukan kebaikan lalu mengapa melakukan keburukan? Maka dirilah penentu jiwa untuk melakukan sebuah perlakuan.

Hadirin Rahimakumullah

Belakangan ini, isu rasisme kembali terangkat ke permukaan, seperti yang baru saja kita lihat di New York tentang kasus George Floyd. Atau bahkan tetangga pulau kita sesama darah negara kita yang tersatukan dengan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu warga Papua.

Bahkan, sejak dini pun banyak anak-anak yang sudah melakukan bullying dan menjatuhkan martabat temannya yang lain. Sehingga, perbedaan yang ada antar sesama manusia menjadi nilai atau membentuk sebuah kasta bahwa orang yang berbeda dari golongannya akan dikucilkan dan dijatuhkan.

Pola fikir atau mindset yang seperti ini seharusnya dirombak dan diubah. Bahwa manusia di mata Allah memiliki kesamaan, yang membedakan ialah derajat manusia masing-masing di hadapan Allah berkat ketakwaannya. Maka, sebenarnya yang bisa membedakan manusia hanyalah Allah, karena  Allah lah yang tau bagaimana derajat/ tingkatan ketakwaan manusia.

Maka tiada asa tiada daya kita untuk membedakan sesama manusia dan menjatuhkan yang lain. Karena nantinya justru kita hanya mentransfer kebaikan kita kepada siapa yang kita jatuhkan atau bedakan dan kita menerima keburukan yang dimilikinya.

Baca Juga  Naskah Khutbah Jumat Singkat: Nilai Sosial Ibadah Haji
Hadirin Rahimakumullah

Perubahan diri untuk lebih baik tiada bukan kecuali dari diri sendiri yang menentukan. Maka, kita harus menjadikan tameng yang kuat bagi diri kita dalam melakukan ketaatan dan menjauhi kejelekan yang Allah tidak sukai, dengan secara logika mudahnya sesorang dihadapi dua pilihan ada yang baik dan ada yang buruk maka hati kecil dan otak akan tergerak untuk memilih yang baik.

Namun, masih banyak manusia yang memilih kejelekan karena kenimatan yang sementara tanpa memikirkan konsekuen yang akan ia terima nantinya. Semoga lewat teks khutbah Jumat ini dapat membuat kita belajar darinya. Wallahu’alam Musta’an.

Barakallahu lii wa lakum walisaairil Muslimiin wal Mu’minaat Wastgahfiruh innahu huwal ghafurur rahiim.

Teks Khutbah Jumat Bagian Kedua

الحمد لله ربّ العالمين, والصلاة والسلام على أشرف الانبياء المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين,أما بعد

أعوذ بالله من الشيطان الجيم

ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته و لا تموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون

إنّ الله وملائكته يصلون على النبي, ياأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما, اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات, والمؤمنين والمؤمنات, الاحياء منهم الاموات, إنك سميع قريب مجيب الدعوات

ربنا اغفرلنا ولأخوان الذين سبقوا بالايمان ولاتجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك راؤوف الرحيم

ربنا هبلنا من أزوانا وذريتنا قرة أعيون وجعلنا للمتكين إماما

ربنا واعادتنا ما وعدتنا على رسولك يوم القيامة إنك لاتخلف الميعاد

ربنا آتنا في النيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار

سبحانك ربي رب عزة عما يصفون وسلام على مرسلين والحمد لله رب العالمين

اقم الصلاة


Demikian teks khutbah Jumat tentang persatuan oleh IBTimes.ID. Semoga teks khutbah Jumat ini dapat bermanfaat.

Editor: Nabhan

Share Artikel

customer

1 Comment

  • Shayne Dalzen, 07/07/2020 @ 16:49

    I simply want to tell you that I’m newbie to blogging and site-building and definitely loved you’re web blog. Very likely I’m likely to bookmark your blog post . You absolutely come with awesome well written articles. Thanks a lot for sharing with us your website.

Tinggalkan Balasan